Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 04:57 WIB
Harga Cabai
Wui, Harga Cabai Seperempat Juta Per Kg
| Benny N Joewono | Selasa, 11 Januari 2011 | 20:58 WIB
|
Share:

KOTABARU, KOMPAS.com - Setelah sempat menembus harga tertinggi kisaran Rp 250.000 per kilogram, harga Cabai di beberapa pasar di Kotabaru, Kalimantan Selatan, mulai turun menjadi Rp 150.000 per kilogram, menyusul datangnya pasokan dari Surabaya dan Sulawesi.

Seorang ibu rumah tangga di Jalan Suryaganggawangsa Kotabaru, Zulaikhah, Selasa, menuturkan, hari ini harga cabai di Pasar Kemakmuran Kotabaru turun menjadi Rp 150.000 per kg.

"Padahal, beberapa hari lalu di tingkat pedagang eceran, harga cabai sempat menembus harga Rp 250.000 per kg, tidak pernah terjadi sebelumnya," terangnya, Selasa (11/1/2011).

Akibat melambungnya harga cabai itu, Zulaikhah yang melayani konsumsi puluhan pekerja bangunan itu terpaksa menggunakan cabai besar, untuk sayur dan sambal.

Memang rasanya kurang sedap, dan para pekerja bangunan itu kurang puas, karena terbiasa makan dengan cabai rawit atau cabai cempling.

Namun bagaimana lagi karena harga cabai melambung jadi semuanya harus sama-sama menyadari, demikian ibu satu oarng anak itu.

Sementara itu, sejumlah pedagang bakso dan makanan di Kotabaru sedikit lega dengan datangnya pasokan cabai dari Surabaya dan Sulawesi itu.

"Meskipun tidak banyak, tetapi datangnya pasokan cabai itu membuat harga sedikit turun," ujar Umi Rangga, seorang pedagang bakso.

Menurut informasi dari sejumlah pedagang, pasokan cabai tersebut diangkut kapal kayu dan kapal barang yang rutin setiap pekan sekali ke Kotabaru.

Kepala Dinas Perdagangan, Penanaman Modal dan Pengelolaan Pasar Kotabaru, H Joni Anwar hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait ketersediaan cabai dan harga cabai di sejumlah pasar di Kotabaru akhir-akhir ini.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kalsel Sriyono di Banjarmasin, beberapa waktu lalu mengatakan, rencana menambah luas lahan tersebut untuk mengantisipasi lonjakan harga cabai yang kini mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

Pembukaan lahan baru untuk pertanian cabai tersebut terdapat di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan dan Kota Banjarbaru masing-masing 25 hektar.

Pada 2010, juga telah dibuka lahan seluas 25 hektare untuk tanaman cabai di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Sementara itu, lahan pertanian cabai yang telah produksi seluas 601 hektar dengan total produsi 3.200 ton atau sekitar 20-30 persen dari kebutuhan cabai Kalsel.

Dengan dibukanya lahan sentra penanaman cabai tersebut, kata dia, diharapkan ke depan kebutuhan cabai Kalsel tidak tergantung dengan daerah lain.

"Untuk merangsang petani untuk menanam di lahan yang telah dibuka tersebut, kami harap ada bantuan pemerintah untuk meningkatkan produksi," katanya.

Sumber :
ANT